Pelaku UMKM Sumedang Ikuti Pelatihan Manajemen Ritel Kurasi UMKM Pemasok

KDK | SUMEDANG – Puluhan pelaku Usaha Mikro,Kecil,dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Sumedang mengikuti pelatihan Manajemen Ritel Kurasi UMKM Pemasok yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Sumedang bekerja sama dengan Alfamart. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Tampomas Gedung IPP Sumedang,Jumat (3/7).
Pelatihan dihadiri Kepala Diskoperindag Kabupaten Sumedang Ayuh Hidayat, Kepala Puskesmas Kota Kaler, Kabid Perdagangan R. Somali, Senior UR Manager Alfamart Virli, Kasi Perdagangan, serta para pelaku UMKM.
Kepala Diskoperindag Kabupaten Sumedang, Ayuh Hidayat, mengatakan pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku UMKM agar mampu memenuhi standar pasar modern.
“Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini para pelaku UMKM di Sumedang semakin semangat dan produknya dapat masuk ke pasar modern. Insyaallah, semakin banyak produk UMKM Sumedang yang bisa dipasarkan di toko-toko modern,” ujarnya.
Menurut Ayuh, perkembangan UMKM di Kabupaten Sumedang terus menunjukkan tren positif. Namun, jumlah UMKM yang berhasil naik kelas baru mencapai sekitar 5 persen. Saat ini, sekitar 13 ribu UMKM telah terdaftar,sementara potensi UMKM di Kabupaten Sumedang diperkirakan mencapai sekitar 40 ribu unit usaha.
Terkait permodalan,Pemerintah Kabupaten Sumedang telah bekerja sama dengan Bank Sumedang melalui program Kredit Usaha Rakyat Daerah (KURDA).Program tersebut memberikan fasilitas pinjaman mulai dari Rp5 juta hingga Rp100 juta dengan bunga 3 persen, sementara 9 persen bunga lainnya disubsidi pemerintah.
“Bagi pelaku UMKM yang membutuhkan modal, cukup datang ke Bank Sumedang untuk mendapatkan fasilitas pembiayaan melalui program KURDA,” katanya.
Ia berharap pelatihan yang didukung oleh Alfamart ini mampu membuka peluang lebih besar bagi produk-produk UMKM Sumedang untuk masuk ke jaringan ritel modern.
Sementara itu,Senior UR Manager Alfamart, Virli, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan UMKM melalui kemitraan dan perluasan jaringan distribusi.
“Kurasi merupakan bagian dari proses kemitraan agar produk UMKM memenuhi standar dan dapat dipasarkan di toko modern.Kami berharap kegiatan ini menjadi ruang belajar,berbagi pengalaman,dan membangun kolaborasi sehingga UMKM semakin berkembang,” ujarnya.
Selain mendukung UMKM, Alfamart juga menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dalam upaya pencegahan stunting. Pada tahun 2026, melalui program CSR di Desa Rancamulya, Kecamatan Sumedang Utara, sebanyak 35 balita menerima bantuan telur setiap hari selama enam bulan. Program tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Puskesmas Kota Kaler.

Secara nasional, pada awal tahun 2026 Alfamart juga telah menyalurkan sebanyak 510 ribu butir telur kepada sekitar 2.700 anak di 39 kota di Indonesia, termasuk di Kabupaten Sumedang.
penulis: Suhaya
