Baznas Sumedang Tingkatkan Ketahanan Pangan melalui Program Lumbung Pangan

0

KDK | SUMEDANG — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sumedang terus berupaya meningkatkan ketahanan pangan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat berbasis zakat melalui Program Lumbung Pangan.

Program tersebut resmi diluncurkan di Kantor Baznas Kabupaten Sumedang, Jumat (2/10). Kegiatan dihadiri perwakilan Baznas RI, jajaran Forkopimda, organisasi masyarakat (ormas) Islam, serta para ketua Unit Pengumpul Zakat (UPZ) se-Kabupaten Sumedang.

Ketua Baznas Kabupaten Sumedang, H. Ayi Subhan Hafas, SH., MM., mengatakan Program Lumbung Pangan tidak sekadar diarahkan untuk menjalankan kegiatan pertanian, tetapi menjadi bagian dari strategi membangun kekuatan ekonomi masyarakat desa.

“Lumbung Pangan ini bukan hanya sekadar membangun program pertanian, tetapi bagaimana membangun kekuatan ekonomi masyarakat desa melalui pertanian,” kata Ayi.

Menurutnya, melalui komunitas jagung, Baznas Sumedang ingin membangun kelompok pertanian yang kuat, produktif, dan memiliki orientasi usaha.

Ayi menyebutkan, dana bagi kelompok penerima manfaat telah disalurkan melalui rekening kelompok. Namun, pelaksanaan penanaman masih menunggu kondisi musim hujan.
“Secepatnya setelah musim hujan aman, amanah yang telah disampaikan kepada kelompok-kelompok akan segera kita eksekusi,” ujarnya.

Ia menegaskan, keberhasilan program tidak hanya diukur dari peluncuran maupun penyaluran bantuan, tetapi dari keberlanjutan program dan perubahan kondisi penerima manfaat.

“Dulu kami menerima bantuan, sekarang kami sudah mampu menerima sendiri, bahkan kami bisa membantu orang lain. Itulah bagaimana kita dalam pemberdayaan mempunyai program M2M, atau mustahik menjadi muzaki,” ungkapnya.

Selain Program Lumbung Pangan, Baznas Sumedang juga terus mengembangkan sejumlah program pemberdayaan lainnya, di antaranya Z-Auto atau program perbengkelan. Saat ini, terdapat tiga bengkel penerima manfaat yang masih berjalan dan terus mendapatkan pendampingan.

Baznas Sumedang juga menjalankan program pemberdayaan penyandang disabilitas melalui pelatihan dan pengembangan usaha. Salah satunya diwujudkan melalui usaha Z-Chicken yang dikelola oleh penerima manfaat hasil program pemberdayaan.

Ayi menjelaskan, Baznas Sumedang juga mengembangkan Kartu Tangkis atau Kartu Pengentasan Kemiskinan sebagai bagian dari ekosistem intervensi kemiskinan berbasis zakat.

“Kartu Tangkis ini bukan sekadar kartu bantuan, tetapi kami kembangkan sebagai bagian dari ekosistem intervensi kemiskinan berbasis zakat,” jelasnya.
Baznas Sumedang, lanjut Ayi, telah memiliki data sekitar 3.056 mustahik yang telah melalui proses asesmen. Data tersebut menjadi dasar dalam menentukan bentuk intervensi sesuai dengan kebutuhan masing-masing penerima manfaat.

Untuk kebutuhan dasar, misalnya, penerima manfaat dapat memperoleh dukungan melalui Kartu Tangkis yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing keluarga.

Sementara di bidang kesehatan, Baznas Sumedang bekerja sama dengan Klinik Afiat dan Klinik Muhammadiyah. Masyarakat yang belum memiliki BPJS dan memenuhi hasil asesmen dapat memperoleh Kartu Tangkis kesehatan dengan saldo bantuan yang dapat digunakan untuk biaya pengobatan.

Ayi menegaskan, setiap penerima manfaat terlebih dahulu melalui proses asesmen agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan benar-benar memberikan manfaat.
Pemkab Dorong Pemberdayaan Berkelanjutan

suhaya*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *