Bidang Peternakan Sumedang: Progres Perencanaan Program 2026 Capai 100 Persen

KDK | SUMEDANG – Dalam upaya meningkatkan kinerja melalui berbagai program di setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Pemerintah Kabupaten Sumedang terus mendorong percepatan pelaksanaan program pembangunan. Salah satunya melalui Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Sumedang.
Pada tahun 2026, Bidang Peternakan Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Sumedang menjalankan sejumlah program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ekonomi kelompok peternak. Program tersebut di antaranya berupa bantuan ternak bagi kelompok-kelompok peternak di berbagai wilayah Kabupaten Sumedang.
Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Sumedang melalui Kepala Bidang Peternakan, drh. Yuli Jajuli, mengatakan bahwa progres perencanaan seluruh kegiatan Bidang Peternakan tahun 2026 telah mencapai 100 persen.
Saat ini, sejumlah program telah mulai direalisasikan,termasuk penyaluran bantuan ternak domba sesuai data penerima yang telah ditetapkan.
“Bantuan ternak domba melalui PIK yang telah lolos seleksi sudah direalisasikan di Kecamatan Cimalaka, Cisitu, dan Darmaraja. Pengadaan dilakukan melalui mekanisme tender pihak ketiga. Masing-masing kelompok menerima satu paket yang berisi 24 ekor domba,” ujarnya, Kamis (9/7/2026).
Ia menambahkan, pada hari yang sama juga dilaksanakan penyaluran bantuan sapi melalui program PICOS untuk Desa Cimanintin. Bantuan tersebut bersumber dari anggaran Musrenbang Tahun 2025 dengan pelaksanaan pada Tahun Anggaran 2026, triwulan II.
Selain penyaluran bantuan ternak, Bidang Peternakan juga tengah melaksanakan berbagai kegiatan lainnya, seperti pemeriksaan sampel untuk poultry room unggas ayam, pembinaan, serta proses perizinan pendirian kandang di wilayah Kecamatan Ujungjaya yang hingga kini masih berlangsung.
Sementara itu,bantuan ternak tahap berikutnya dijadwalkan akan disalurkan pada akhir Juli atau awal Agustus 2026 kepada kelompok peternak di wilayah Tanjungsari (Tolengas) dan Buahdua. Bantuan tersebut berupa satu paket yang terdiri atas 24 ekor kambing.
Dari sisi pelayanan,petugas Unit Pelaksana Teknis (UPT) tetap rutin memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai kebutuhan.Hingga saat ini, menurut Yuli,tidak terdapat kendala yang berarti,baik dalam penyediaan bantuan ternak maupun pengendalian penyakit hewan.
Terkait anggaran,pagu bantuan ternak domba mencapai sekitar Rp117 juta per paket, sedangkan bantuan ternak sapi sekitar Rp200 juta per paket. Secara keseluruhan, pelaksanaan program kedinasan masih berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
Ia juga menjelaskan bahwa kelompok penerima bantuan harus tercantum dalam data Calon Penerima dan Calon Lokasi (CPCL) serta memenuhi seluruh persyaratan administrasi.
Yuli mengungkapkan, program bantuan yang telah dilaksanakan pada tahun 2025 menunjukkan hasil yang positif. Salah satu kelompok penerima berhasil meningkatkan populasi ternaknya dari semula 128 ekor menjadi 180 ekor. Hal tersebut menunjukkan adanya peningkatan populasi ternak yang berjalan dengan baik.
“Kami berharap ke depan perencanaan semakin matang, pemeliharaan dan pengembangan ternak semakin baik, serta produksi terus meningkat sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Harapan ini juga sejalan dengan visi Kepala Dinas dan Bupati Sumedang,” pungkasnya.
penulis: Suhaya
